Sabtu, 14 Mei 2011

Tausiyah_hikmah

"Yang paling aku takutkan ialah keakraban hati dengan kemunkaran dan dosa, jika suatu kedurkaan berulangkali dikerjakan maka jiwa menjadi akrab dengannya hingga ia tak lagi peka, mati rasa..."
~Hasan Az Zayyat, ra~


"Sumber keburukan itu 2, yaitu; Niat yang buruk, dan cara pandang yang buruk."
(Ibnu Taimiyah)


"Dan orang-orang yang m'berikan apa yang telah mereka berikan, dan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka."
(QS. Al Mu'minuun: 60)


"Hukuman t'berat atas suatu dosa adalah perasaan tidak b'dosa. Karena merasa tidak b'dosa adalah kain kafan yang m'bungkus hati ketika ia mati."
~Ibnul Jauzi~


"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya..."
(QS. Thaahaa[20[: 132)


"Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya, dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati, meski orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkanmu."
(HR. Muslim)


"Tidaklah aku melihat makhluk kurang akal dan agamanya, yang lebih menguasai pikiran seorang lelaki kuat daripada wanita." (HR. Bukhari)


Dari Abdullah, dia b'kata: Rasulullah b'sabda "Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai Allah adalah s'orang hamba m'ucapkan SUBHANALLAHUMMA WA BIHAMDIKA WA TABAAROKASMUKA WA TA'ALA JADDUKA WA LAA ILAAHA GHAIRUKA.

Dan sesungguhnya ucapan yang paling Allah benci adalah seseorang yang mengatakan kepada orang lain yang menasihatinya, 'Bertakwalah kamu kepada Allah.' dengan ungkapan, 'Urusi urusan dirimu sendiri saja." (HR. an-Nasa'i dalam as-Sunan al-Kubra)


"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun, cinta adalah putera dari kecocokan jiwa dan jikalau itu tiada, cinta tak kan pernah tercipta, dalam hitungan tahun, bahkan millenia."
~Kahlil Gibran~


"Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon iman; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku."
~M. Anis Matta~


Barakallahulakum.... Salam !

Jumat, 13 Mei 2011

sms_tausiyah hari ini:

"Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara. Aku terangkan perinciannya dengan jelas, Kepandaian, keinginan yang kuat, kesungguhan, keuangan, kedekatan dengan guru, dan waktu yang cukup lama."
~Imam Syafi'i~


Sebanyak apapun, seluas apapun, kita berbuat baik kepada ibu dan bapak, sedikitpun kita tidak akan pernah bisa membalas budi mereka...


Berkata Al Hasan ibnu Ali kepada anaknya dan saudaranya: "Pelajarilah ilmu, karena bisa jadi (pada saat ini) kalian adalah kaum yang kecil, namun besok kalian akan menjadi pembesar kaum. Maka barang siapa yang tidak menghafal, hendaklah dia menulis." ~Al Madkhal ila As Sunan Al Kubro 632~


Wahai sahabat, Indahnya hidup ini tercipta dari HATI yang BERSIH. Mari kita jaga dengan menjaga Hati, Lisan dan Perbuatan.
*AnNahl-Bekasi, JaBar

".. Dan orang-orang kafir itu b'senang-senang (di dunia) & mereka makan sprti makannya binatang-binatang. Neraka adalah tmpt tinggal mereka." (QS. Muhammad: 12)


"Merupakan kebaikan keislaman seseorang jika ia meninggalkan sesuatu yang tidak berfaedah baginya." (HR. At Tarmidzi_Hadist Shahih)


"Sesungguhnya ada seseorang yang mengucapkan kalimat yang ia anggap biasa tetapi karenanya ia terjun ke neraka sejauh 70 tahun." (HR. At Tarmidzi_shahih gharib)


Uqbah bin Amir b'tanya, "Wahai Rasulullah apakah keselamatan itu? Rasulullah SAW m'jawab, "Peliharalah lidahmu! Hendaknya rumahmu membuatmu merasa lapang! Dan menangislah atas kesalahan-kesalahanmu." (HR. At Tarmidzi_hadis hasan)


"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban." (Al Isra': 36)


Rasulullah bersabda: "Sungguh Allah murka terhadap semua orang yang pintar dalam hal dunia, namun bodoh dalam hal akhirat." ~HR Hakim_Shohih~


"Berangkatlah baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. At Taubah[9]: 41)

"Orang yang pendengki seperti orang yang menuang racun, jika ia sudah melepas bisanya, terpenuhilah rasa puasnya."
(Abdul Hamid Al Katib, ra)

~Semoga bermanfaat..~

Selasa, 15 Juni 2010

Amal Buruk

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Marzuq, "Tatkala orang kafir atau orang jahat keluar dari kuburnya, dia bertemu dengan sosok paling buruk dan bau yang paling busuk. Orang kafir bertanya, siapa kamu? Sosok itu menjawab, Apakah kamu tidak mengenal saya? Si kafir menjawab, saya tidak mengenalmu karena Allah memburukan wajahmu dan membusukkan baumu. Sosok itu menjawab, Aku adalah amalmu yang buruk itu. Demikianlah, dahulu ketika didunia aku merupakan amal yang buruk dan busuk. Selama kamu menunggangiku ketika didunia, selama itu pula aku menempel denganmu. "itulah maksud firman Allah, "Sedang mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya." (QS. Al-An'am: 31)

Dikutip dari "Kisah-kisah Islam"

Minggu, 09 Mei 2010

Kecil-kecil jadi Mufti

Suatu hari, di Masjidil Haram seorang guru tengah menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya. Dengan lugas, jelas dan komunikatif, guru tersebut mengajarkan materi fiqh, muamalah, jinayah dan hukum-hukum kriminal.

Namun ada yang ganjil dalam majelis itu, ternyata Pak Guru jauh tampak lebih muda daripada murid-muridnya. Bahkan di tengah prosesi belajar mengajar, ia sempat meminta izin untuk minum, padahal siang itu adalah bulan Ramadhan. Kontan saja "ulah" Pak Guru menuai protes. "Kenapa Anda minum, padahal ini 'kan bulan Ramadhan?", tanya para murid. Ia menjawab, "Aku belum wajib berpuasa."

Siapakah Pak Guru yang terlihat nyeleneh tersebut? Ia adalah Muhammad Idris Asy Syafi'i, yang lebih kita kenal dengan Imam Syafi'i.

Kita tak usah heran dengan fragmen ini, karena pada usia belum baligh Imam Syafi'i sudah menjadi ulama yang disegani. Usia sembilan tahun sudah hafal Al-qur'an. Usia sepuluh tahun isi kitab Al Muwatha' karya Imam Malik yang berisi 1720 hadist pilihan juga mampu di hafalnya dengan sempurna. Pada usia 15 tahun telah menduduki jabatan mufti (semacam hakim agung) kota Makkah, sebuah jabatan prestasius pada masa itu. Bahkan di bawah usia 15 tahun, Imam Syafi'i sudah di kenal mumpuni dalam bidang bahasa dan sastra Arab, hebat dalam membuat sya'ir, jago qiraat, serta di akui memiliki pengetahuan yang luas tentang adat istiadat Arab yang asli. Subhanallah.

Raih Cita-Cita Akhirat

"Kini jiwa ini merindukan surga..." (Umar bin Abdul Aziz)

Kini kita semakin jauh melangkah. Bila anda telah memiliki cita-cita untuk dunia, seperti ungkapan "Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya..." Berikutnya mari kita raih cita-cita akhiratnya, "... Beribadahlah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok pagi."

Mati? Ya kita semua pasti akan mati. Karenanya yang penting bukan mengapa kita mati dan kapan kita undur diri, tetapi bagaimana kita mati dan mempersiapkan diri? Sebab rasa mati itu sama, tapi sebabnya beragam, nilainya berbeda. Ada yang syahid karena taat, ada yang 'sangit' karena gosong dalam maksiat. Ada yang mulia karena takwa, dan banyak yang hina karena angkara.

Cita-cita akhirat inilah puncak kita untuk beristirahat. Seperti kata Imam Ahmad saat di tanya kapan seorang mukmin itu istirahat? "Saat ia menginjakkan kakinya di surga." Jawab beliau.

Abdul Aziz bin Abi Rawwad menghadap Mughirah bin Hakam saat ia sakit menjelang ajalnya, lalu Abdul Aziz berkata, "Beramallah untuk menghadapi peristirahatan ini yakni kematian." Wassalam.

Keutamaan menjaga sholat Fardhu

Allah akan memuliakan orang yang menjaga sholat fardhunya dengan sembilan keutamaan:
1. Dia dicintai Allah,
2. Badannya selalu sehat,
3. Keberadaannya selalu dijaga malaikat,
4. Rumahnya diberkahi,
5. Wajahnya menampakkan jati diri seorang shalih,
6. Hatinya dilunakkan oleh Allah,
7. Dia akan menyebrang jembatan shirath seperti kilat,
8. Dia akan diselamatkan Allah dari api neraka,
9. Allah akan menempatkannya di syurga bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati.
(Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu)

Memberi Manfaat Semaksimal Kemampuan

"Barangsiapa di antara kamu yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia bersegera memberikan manfaat kepadanya." (HR. Muslim dari Jabir ra)

Pada dasarnya kita semua memiliki kemampuan memberi manfaat kepada orang lain. Akan tetapi, seringkali kita tidak memiliki kemauan untuk memberikannya, karena sifat kikir dan egois yang ada pada diri kita. Sehingga dalam hadist di atas, Nabi Muhammad, saw. menyerukan agar kita menjadi orang yang memiliki kemauan untuk memberikan kemanfaatan kepada orang lain, dan bersegera memberikan sesuatu yang berarti bagi orang lain semaksimal kemampuan yang kita miliki.

Allah berfirman,
"Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebaikan." (QS. Al-Baqarah: 148)